Friday, August 15, 2014

Everyone Needs God, Every-saved-one Spreads The Gospel


Setiap orang membutuhkan Allah. Setiap orang - tidak ada yang tidak - butuh mendengarkan Injil, Kabar Baik itu.
  • Kabar Baik tentang Allah yang begitu mengasihi manusia (yang padahal sudah begitu menyakiti hatiNya) sampai-sampai Ia yang Maha Mulia itu mau merendahkan DiriNya serendah-rendahnya menjadi manusia dan, tak cukup hanya sampai disitu, Ia juga mau turun sampai ke lubang maut mengalahkan maut kekal itu yang sebenarnya adalah hukuman atas dosa-dosa manusia yang begitu besar pada Allah, sehingga dengan demikian Ia dapat menyelamatkan manusia dari hukuman hebat itu. Ya, Ia sungguh adalah Allah yang tidak hanya Maha Adil -harus menghukum- tapi juga Maha Kasih -tidak ingin menghukum-.
  • Kabar baik tentang Allah yang datang untuk memberikan DiriNya mengisi lubang-lubang dalam jiwa manusia. Seorang pengkhotbah mengatakan bahwa setiap kita lahir ke tengah-tengah dunia membawa tujuh lubang di dalam jiwa kita. Lubang-lubang ini yang akan mendikte seluruh kehidupan kita dari lahir sampai mati. Lubang-lubang itu antara lain: rasa takut (fear/insecure) yang membutuhkan rasa aman; rasa malu (shame) yang membutuhkan kemuliaan, pujian, dan pujaan; rasa bersalah (guilty) yang membutuhkan pengampunan; rasa kesepian (lonely) yang membutuhkan adanya orang yang mendampingi; rasa tertolak dan tak diinginkan (unwanted atau rejected) yang butuh dicintai dan diinginkan; rasa tidak berdaya (helpless) yang membutuhkan kuasa, entah berupa uang, ilmu, backing, atau entah berupa apa; dan yang terakhir, rasa kekosongan (emptiness) yang membutuhkan hidup yang penuh (fulfillment). Allah datang untuk mengisi lubang-lubang itu, karena hanya Allah lah yang sanggup mengisinya. Karena lubang itu besarnya sebesar Allah, jauh lebih besar dari manusia, harta, jabatan dan segala apapun yang ada di dunia, maka setiap orang pada dasarnya dan pada akhirnya dalam pencariannya di dunia ini adalah mencari Allah.
Injil juga menjadi dasar yang paling dasar bagi seseorang untuk berubah. Bila seseorang telah benar-benar mengalami dan merasakan karya dan kasih Allah yang begitu besar dalam hidupnya sehingga ia yang tadinya harus dihukum di api neraka selama-lamanya menjadi beroleh anugerah keselamatan dan hidup kekal bersama Allah di surga, maka hidupnya pun dengan sendirinya akan mengalami pembaharuan, meninggalkan cara hidup lama yang ego-sentris menjadi hidup baru yang berpusatkan pada Allah. Jadi kalau ingin melihat orang lain bisa berubah, pertama-tama kita harus sampaikan Injil padanya!
Rick Warrens mengatakan:
You’re not going to solve the state of the world until you first deal with the souls of people. You can’t legislate change. You can’t force people to change. You can’t make a law that makes people be nice to each other. They have to change their worldview.
People need God. And they need truth. They’ve built their houses on shifting sand, and when the crisis comes they’re going, “Where’s the hope?” They’re like a group of people who’ve been walking across the Sahara Desert for weeks without water. Their throat is parched and their lips are cracked, and they’re going, “Would somebody please give me a drink of living water? Will somebody please show me how my life can have meaning and significance and purpose? I’m successful, but I don’t feel significant.”
We have what they need. We have the Living Water of God’s truth that refreshes and restores and rejuvenates and revitalizes and changes our lives. We have the message. We have to know what we believe and why we believe it, share it, and then live it.
That, friends, will change the world.



Setiap orang yang telah diselamatkan, yang telah mengaku dengan mulutnya dan percaya dalam hatinya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatnya (Roma 10:9), dengan sendirinya pun ingin membagikan kabar baik itu juga kepada orang lain yang belum diselamatkan.

Ketika Yesus Kristus yang menjadi Tuhan (Tuan) kita, maka secara naluriah pun kita ingin menuruti apa kata Dia, Tuan kita, dan mengikuti teladanNya.
Atas pertanyaan orang farisi dan ahli taurat yang menanyakan manakah hukum yang paling utama, Yesus menjawab
 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Ketika Yesus memberikan kita perintah untuk mengasihi Allah dengan segenap hati kita, dan mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri, bukankah sebenarnya itu juga berarti agar kita membagikan Injil kepada orang lain agar tidak hanya kita saja, tetapi juga orang lain, dapat diselamatkan, sebagaimana yang dikehendaki Allah juga?
"Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
(Yoh 6:40)

"karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat."
(2 Pet 3:9b)

Dalam perumpamaan talenta yang diibaratkan hal Kerajaan Sorga, kepada hamba yang melipatgandakan talenta, tuannya  menyuruhnya tinggal bersama dengan tuannya dalam kebahagiaan. Namun kepada hamba yang tidak melipatgandakan talenta itu, tuannya tidak cukup membiarkannya begitu saja, tapi menghukum dia dengan mencampakkannya ke dalam kegelapan yang paling gelap dimana terdapat ratap dan kertak gigi. 
Begitu pula yang akan terjadi pada orang yang telah menerima Injil namun tidak melipatgandakannya dengan membagikannya kepada orang lain. 

                                              

Mari kita jadikan bersaksi sebagai gaya hidup (lifestyle) kita sebagai pengikut Kristus. Tidak cukup hanya dengan karya, tapi juga harus dengan kata.

Tuhan memimpin. Tuhan mampukan.


***

Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia?
Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia.
Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?
Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!
Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu.
Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
(Roma 10:14-17)

Wednesday, January 15, 2014

Hope is Rising


Dunia acapkali membuatku merasa

Hidup itu malas,
termasuk malas untuk berusaha;
Hidup itu berat,
termasuk berat untuk melangkah;
Hidup itu sulit,
termasuk sulit tuk optimis dan berpengharapan;
Hidup itu jenuh,
termasuk jenuh untuk memikirkan yang terbaik;
Hidup itu hanya memikirkan kepentingan sendiri,
orang lain hanya sebagai batu injakan;
Hidup itu ribet dengan segala permasalahannya yang kompleks,
Hidup itu jahat..

Sampai-sampai aku melupakan SATU KENYATAAN BESAR,
kenyataan yang sudah diketahui oleh semua orang, sebenarnya.

kenyataan bahwa Allah..

Yang berkuasa atas bumi ini,
Yang mengendalikan segala ciptaanNya,
Yang berkuasa menghancurkan segala sesuatu yang dibenciNya,
Yang menghendaki segala yang baik terjadi,
Dan Yang akan menghakimi pada hariNya,,
(yang melakukan kehendakNya akan tinggal bersama denganNya di Surga, dan yang memberontak akan dilemparkan ke api neraka. Selama-lamanya. Tiada ampun.)

So please remember again Ren, life is simple. As simple as just doing and saying the right things you should do. Keep it simple.
Rise your hope. Only to God, The Owner of this universe.

***

15 Jan 2014, the hope is rising again. HOPE!


Tuesday, October 8, 2013

Kita sebegitu mahalnya, kenapa mau diperbudak?


Jaman sekolah minggu dulu, aku sering menyanyikan lagu ini di gereja.

Apa yang dicari orang? Uang!
Apa yang dicari orang? Uang!
Apa yang dicari orang siang malam pagi petang? Uang! Uang! Uang! Bukan Tuhan Yesus.

Sounds so true, right?



Ya, tidak heran kenapa yang dicari oleh manusia dari pagi sampai malam hari (bahkan ada yang dari dini hari sampai larut malam) adalah uang, uang, dan uang. Karena memang di dunia ini uang adalah alat pertukaran, dimana dengannya kita bisa mendapatkan apa yang kita butuhkan dan inginkan. (Tapi tentu itu juga tidak untuk semua hal, bukan?)

Yang mengherankan, ketika orang mulai diperbudak oleh uang dan menjadikan uang sebagai tujuan hidupnya, seolah kehidupan di dunia adalah kehidupan yang selama-lamanya (lupa bahwa ia pasti akan meninggalkannya),, dan yang oleh karena itu sampai mau mengorbankan hal-hal yang justru harganya tidak terbeli oleh berapa digit uang pun, alias Tak Ternilai.

Setujukah kamu bahwa hal-hal di bawah ini adalah sesuatu yang tak ternilai harganya dengan uang?

  1. Harga diri
  2. Kebebasan dan kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai (i mean : tidak dipenjara karena uang)
    Sekaya apapun kita, kita tidak akan bisa membeli waktu-waktu yang tidak akan pernah berulang lagi dalam seumur hidup kita.
     
  3. Tidur yang nyenyak tanpa dibayangi rasa bersalah dan ketakutan 
  4. Ketenteraman hati dan kebahagiaan sejati 
  5. Surga
(mungkin ada daftar lain lagi, silahkan ditambahkan sendiri)

Bukankah suatu kebodohan bila kita mau menukarkan hal-hal yang tak terbeli tersebut hanya dengan “uang”?
Uang yang bisa lenyap begitu saja.
Iya donk? Mau kata kita adalah orang yang paling jago sedunia dalam mencari uang, tapi bukankah di atas kita ada Kuasa yang jauh lebih besar yang dapat membuat kita kehilangan
semua uang kita begitu saja, seperti dengan mengijinkan terjadinya bencana alam dan/atau sakit penyakit?
Uang yang, tentunya sebagai barang fana, akan kita tinggalkan juga begitu kita meninggalkan dunia ini.
Artinya, kalau
pun uang tidak akan meninggalkan kita, kita lah yang akan meninggalkan uang.
Terakhir, uang yang entah sampai berapa jumlahnya baru dapat benar-benar memberikan kita kebahagiaan sejati.


Poin terakhir tentang uang di atas membuatku teringat dengan acara reality show Uang Kaget di RCTI.


Dalam acara tersebut, ada orang yang sangat miskin, yang diberikan uang Rp.10 juta oleh RCTI. Apa reaksinya? Ia sangat bersyukur, sampai menangis, memeluk yang memberikan, sujud syukur, bahkan bisa sampai pingsan. Sepertinya ia merasakan kebahagiaan sejati. Lalu, andaikata minggu depannya, ia diberikan lagi uang 10 juta. Mungkin responnya masih heboh seperti yang pertama, tetapi tidak akan seheboh yang pertama. Lalu minggu ketiga, diberikan lagi uang 10 juta. Lama-lama biasa saja.
Untuk menimbulkan lagi reaksi kebahagiaan sejati, maka perlu dinaikkan jumlahnya menjadi 100 juta. Lalu ia alami lagi reaksi seperti di awal: menangis, memeluk yang memberikan, sujud syukur, bahkan bisa sampai pingsan. Tetapi, bila tiap minggu diberikan uang 100 juta, maka ia tidak lagi rasakan kebahagiaan yang sejati itu.
Jadi, butuh diberi uang sejumlah berapa agar ia bisa terus merasakan kebahagiaan sejati?
Angkanya adalah tidak terhingga, bukan?
Sekarang pertanyaannya, apakah/siapakah itu yang tidak terhingga?
Tolong katakan bila ada jawaban selain jawaban ini : Allah.
Bila tidak ada, dapatkah kita berkesimpulan bahwa apa yang sesungguhnya dan satu-satunya dapat memuaskan manusia adalah Allah?
Namun faktanya, seringkali manusia mencarinya di luar Allah, melalui harta, prestasi, hubungan dengan lawan jenis (seks), dll.

Satu hal yang harus kita ketahui,
Allah, yang sesungguhnya adalah Pemberi kebahagiaan sejati itu, juga telah mengorbankan DiriNya sendiri dengan menjadi manusia dan menyerahkan NyawaNya untuk menebus kita dari maut, sehingga kita yang tadinya harus mendapatkan hukuman api neraka selama-lamanya atas dosa-dosa kita, diselamatkan. Kita ditebus dengan Tubuh dan DarahNya yang kudus dan yang tentu amat sangat mahal tak ternilai harganya, sehingga kita beroleh kehidupan kekal yang bahagia bersama dengan Allah di surga dengan cuma-cuma.

Bukankah itu artinya kita sungguh amat sangat MAHAL?

Kita sungguh berharga, SUNGGUH MAHAL dan TAK TERNILAI, jadi kenapa mau (segitu bodohnya atau segitu bebalnya untuk) diperbudak oleh uang?

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang.
Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
( 1 Timotius 6:10 )


Diperbudak oleh uang artinya mau melakukan apapun untuk uang sampai mau menyimpang dari iman dan yang sesungguhnya sedang memberikan dirinya untuk disiksa dengan berbagai-bagai duka. Seperti kata Paulus dalam ayat di atas.
Jadi, masihkah kita mau diperbudak oleh uang?


Adakah kekhawatiran hidup yang masih membuat kita mau diperbudak oleh uang sampai saat ini?
Mari sama-sama kita terima dan simpan janji Tuhan Yesus berikut ini.

“Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
( Matius 6 : 25-34 )



Atau, adakah yang masih begitu ngeyelnya untuk terus mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya di dunia ini sampai-sampai mau meninggalkan Allah dan HukumNya (Hukum Kasih kepada Allah dan kepada sesama manusia)?
Mari buka hati untuk menerima perkataan Tuhan Yesus di bawah ini.

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?
Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”
( Matius 16:26 )


Kita tidak murahan. Kita sebegitu mahalnya. Kita sungguh berharga. Nilai kita tidak ditentukan oleh berapa harta yang kita miliki, atau oleh setinggi apa pangkat dan jabatan kita, melainkan oleh penyataan dari Allah, Sang Pencipta dan Penebus kita.

Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau,
maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.”
( Yesaya 43:4 )


Jadi mari, berhentilah diperbudak.

Yehovah Jireh.
Allah memelihara dan menyediakan.


* * *



Ohya tambahan. Sangking mahal dan melimpahnya nilai kita, kita lah yang justru akan “memperbudak” uang dan materi apapun yang ada pada diri kita untuk menjadi berkat bagi orang lain di sekitar kita, bagi kemuliaan nama Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus. :)

“tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
(Yohanes 4:14)



Tuhan Memberkati.


Sunday, September 1, 2013

I love Your way! #2

Kalau di edisi #1 yang lalu aku (akhirnya) bersyukur untuk Jakarta sebagai kota penempatanku untuk jangka waktu yang panjang, kali ini aku bersyukur dan cintaaaa banget sama pekerjaanku. No, ini bukan karena sering jalan-jalan ke daerahnya (walau kuakui itu juga kadang membuatku senang. KADANG loh ya, karena kadang juga malees banget buat packing, terbang, dan menghabiskan beberapa hari dan tenaga di daerah lain di saat aku lagi pengen banget ada di Jakarta). But because, I've found the passion! Aku udah merasakan bahwa pekerjaan ini udah sesuai banget-banget dengan diriku. Diriku yang suka berpikir dan menganalisa. Diriku yang suka berkenalan dan berteman dengan banyak orang. Dan diriku yang sangat ingin bikin senang (melayani) orang lain lewat pekerjaanku.

Well, aku ceritain sedikit di kerjaaanku itu ngapain aja.

Jadi aku ini ditempatkan di Sekretariat Jenderal (Setjen)nya Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Setjen itu semacam "ibu" bagi 11 instansi Kemenkeu lainnya. "Ibu" yang ngurusin segala tetek bengeknya semua instansi (unit eselon 1) di Kemenkeu. Oleh karena itu antar unit eselon 2 di dalamnya, kagak ada pekerjaan yang sejenis. Gak kayak misalnya Ditjen Pajak, tentu semua unit eselon 2 nya pekerjaannya ya berbau-bau pajak lah, atau Ditjen Bea Cukai, ya semua unit eselon 2 nya berkenaan dengan bea dan cukai gitu, begitu juga dengan instansi Kemenkeu lainnya. Kalau di setjen itu bener-bener heterogen banget dah, kayak gado-gado. Ada Biro SDM (ngurusin SDM-nya Kemenkeu), biro Hukum (ngurusin hukum dan peraturan2 yang ada di Kemenkeu), Biro Perencanaan dan Keuangan (ngurusin perencanaan/anggarannya), dan biro-biro lainnya.

Nah, di biro manakah aku ditempatkan?
Biro Perlengkapan! :)

Pertama kali dengar namanya, kirain kerjaannya bakal angkat-angkat barang getoh kayak di seksi perlengkapan di acara-acara pada umumnya. Haha Ditambah lagi kesembilan temanku yang bareng ditempatkan kesini itu cowok semua. Aku sendiri yang cewek dari bersepuluh. Sempat mikir juga, jangan-jangan biro SDM (Biro yang ngurusin penempatan) ngira aku ini juga cowok, secara emang udah banyak orang juga yang pernah ngirain aku itu cowok dari namaku yang memang unik ini. hahaha

Eh ternyata bukan. Biro perlengkapan itu ngurusin/ngelolain Barang Milik Negara (BMN)-nya Kemenkeu. Iya jadi, Kementerian Keuangan itu selain sebagai Pengelola Barang (fungsi ini dipegang oleh Ditjen Kekayaan Negara), ia tentunya, sebagai salah satu dari Kementerian/Lembaga (K/L), juga berlaku sebagai Pengguna Barang. Nah, fungsi sebagai Pengguna Barang inilah yang menjadi tugas Sekretariat Jenderal yang diturunkan lagi ke Biro Perlengkapan, biroku.

Jadi di Biro Perlengkapan itu ada 4 Bagian (unit eselon 3). Bagian Perencanaan BMN, Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan (BLP), Bagian Pengelolaan BMN, dan terakhir, Bagian Penatausahaan BMN. Waktu masih rolling ke semua bagian, tiap kali ditanya pengennya ditempatkan di bagian mana, aku selalu jawab, mau di Pengadaan (BLP). Selain karena Kepala Bagian(Kabag)nya aku pikir yang paling menyenangkan di antara semuanya, aku juga merasa tertantang untuk terjun ke ranah yang katanya sangat beresiko itu.

Tapi ternyata setelah rolling berakhir, aku ditempatkan di Bagian Perencanaan BMN. Hmmh.. gak kecewa-kecewa amat sih, hanya saja keinginan untuk masuk Pengadaaan itu masih tetap ada, dan berharap segera dimutasi ke bagian Pengadaan (BLP). Tapi sekarang juga udah sulit bagiku untuk masuk ke Pengadaan karena kata Kabag-nya, yang masuk kesitu harus udah lulus ujian sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dulu, sementara aku masih belum lulus juga. Haha. Baiklah.

Well, bagian Perencanaan BMN. Bagian yang paling kagak ada kerjaannya. Begitu kesan kami (aku dan temen-temen seangkatan) yang waktu itu masih jadi anak magang yang sudah rolling ke semua bagian. Beberapa bulan di dalamnya pun aku masih sering nganggur. Akhirnya aku pun sering menghabiskan satu hari di kantor itu tanpa ada bekerja sama sekali. Hanya baca buku dan browsing-browsing. Maafkan aku telah "magabut", Negara.

Tapi sekarang, setelah mengamati, mempelajari (baca-baca PMK), dan melalui setahunan di dalamnya, aku mulai ngeh, harusnya disini itu ngapain aja.

Bagian Perencanaan BMN itu menganalisis dan merencanakan kebutuhan BMN yang ada di Kementerian Keuangan. Perencanaan itu sangat vital adanya. Seperti kalimat bijak yang sering kita dengar, "gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan". Oleh karena itu, untuk menghasilkan perencanaan yang matang dan efektif untuk jangka waktu yang panjang, sangatlah dibutuhkan analisis yang mendalam, bukan yang cetek-cetek saja 'yang penting jadi'. (Sayangnya, ini yang masih sering terjadi hingga saat ini.)

Itu sebab kenapa pekerjaan ini mengharuskan kami untuk turun ke lapangan (ke satker-satker Kemenkeu yang tersebar di seluruh daerah Indonesia). Karena kami memerlukan data dan fakta yang akurat mengenai kondisi lapangan dimana satker-satker yang mengusulkan pengadaan gedung kantor, rumah dinas, dan kendaraan dinas operasional itu berada.

Analisis, i do love this activity actually! Memang sih dari tahun lalu udah tau disini itu emang harusnya kerjaannya menganalisa-analisa kebutuhan. Tapi dari dulu itu kurang berasa aja dorongannya. Dan sekarang, gak tau kenapa (tau dink kenapa :D) cintaku semakin kesini semakin besar sama pekerjaan ini. Aku sampe ke perpus buat cari dan pinjam buku-buku yang berhubungan dengan pekerjaan ini. You know? Ke perpus dan pinjam buku gituan adalah hal yang sangat langka bagiku :D Dulu aja waktu masih kuliah, aku jaraaang banget ke perpus, walau sering ada tugas sekalipun. Aku merasakan semangat belajarku kali ini justru lebih besar dari ketika aku masih studi dulu. Hmm, mungkin karena aku mulai bisa melihat secara real untuk apa aku belajar. :)

Yap, aku belajar agar aku memiliki kemampuan yang baik dalam menganalisa. Aku memiliki kemampuan yang baik dalam menganalisa untuk menghasilkan perencanaan yang matang dan efektif untuk jangka waktu yang panjang. Aku menghasilkan perencanaan yang matang dan efektif untuk jangka waktu yang panjang untuk melayani kebutuhan BMN semua teman-teman pegawai di Kementerian Keuangan khususnya yang di daerah. Aku melayani kebutuhan BMN semua teman-teman pegawai Kemenkeu di semua daerah untuk membuat mereka senang dan merasa terperhatikan. Aku membuat mereka senang dan merasa terperhatikan agar mereka pun terdorong untuk bekerja dengan sebaik-baiknya sebagai pelayan rakyat. Aku mendorong rekan-rekanku untuk bekerja dengan sebaik-baiknya agar rakyat Indonesia pun semakin merasakan nilai baik dan manfaat dari pemerintah. Aku membuat rakyat Indonesia semakin merasakan nilai baik dan manfaat dari pemerintah agar semua rakyat Indonesia dapat dan terus memiliki rasa optimisme dan cinta yang mendalam pada Indonesia. Aku membuat rakyat Indonesia semakin mencintai dan memiliki optimisme yang besar pada Indonesia agar Indonesia pun dari hari ke hari mengalami perbaikan yang terus menerus dan menuju kepada kesempurnaan. It's my dream.

Jadi ternyata sangat penting ya bagi kita untuk melihat jauh ke depan. Dengan begitu, kita semakin didorong untuk tetap terus doing and giving the best sekalipun kadang bisa saja jenuh dan capek dalam menghadapi dan mengerjakan yang ada sekarang di depan mata. Ibarat seorang pekerja bangunan yang sedang bekerja ditanya "sedang apa?" tidak lagi berkata "sedang menyusun batu-batu bata", tapi menjawab dengan penuh keyakinan "sedang membangun istana yang megah!" Kita pun hendaknya, bila ditanya "sedang apa?" tidak lagi menjawab "sedang ngetik-ngetik saja", "sedang fotocopy", "sedang membaca", "sedang dinas ke daerah", tapi menjawab dengan penuh keyakinan apa yang benar-benar menjadi tujuan akhir dari pekerjaan kita. Kalau saya, "sedang membangun bangsa untuk memuliakan Allah!"

So yes, i'm so thank God for Setjen, Biro Perlengkapan, dan Bagian Perencanaan BMN. Sekalipun tadinya tidak pernah tau dan membayangkan sedikitpun tentang ketiganya. Jangankan Bagian dan Bironya, Setjen-nya pun tak pernah kepikiran olehku waktu memilih instansi penempatan dulu. Waktu polling penempatan dulu, yang menjadi pilihan pertamaku adalah BPK, kedua Itjen, dan yang ketiga BKF.

But now, I'm falling in love with this job!

Bukan hanya karena aku sudah nangkep tujuan akhirku mau dibawa kemana pekerjaan ini, tapi juga karena aku sudah benar-benar tertarik padanya. Jadi bukan karena ada semacam "pemaksaan/pemasrahan ilahi" gitu, tapi seperti yang sudah kukatakan di awal tadi, ini memang benar-benar sesuai dengan diriku.

Ah, memang Bapa yang satu itu lah ya, jauuuuuh lebih tau apa yang terbaik dan yang (sebenarnya) paling sesuai dengan diri anakNya.

That's why i say again,

I love Your way, God! :)

Monday, August 19, 2013

Diciptakan untuk KemuliaanNya


Beberapa tahun yang silam, seorang remaja membenci dan menolak keberadaannya sendiri. Dia begitu pedihnya menerima kenyataan bahwa seharusnya dia tidak pernah ada. Dia menyesali kenapa dia harus hadir ke dunia bukan dengan cara terhormat seperti kebanyakan orang lain. Dia ada dari sebuah hubungan dosa antara seorang pria dan wanita. Dia seharusnya tidak pernah ada. Begitu ratapannya.

Tidak enak juga terus-terusan menggunakan kata “dia”. Baiklah, dia itu aku.

Begitu lah dulu yang kurasakan saat pertama kali mendengar fakta yang sungguh menyakitkan hati itu. Saat itu masih SMP. Lupa kelas berapa. Yang kuingat betapa basahnya dulu bantal kepalaku akibat air yang terus menyucur dari mata selama beberapa hari dan malam. Mengurung diri dalam kamar pun tak terelakkan. Meratapi diri tiada hentinya..


Tapi itu dulu! :)


Perlahan-lahan, seiring dengan usia yang semakin bertambah (dan semoga juga semakin dewasa), aku mulai menerima keberadaanku. Dimulai dari ketika aku mahasiswa tingkat satu. Aku sungguh berterimakasih kepada PKK-ku kak Eli yang telah memberikanku dan membuatku membaca buku Purpose Driven Life-nya Rick Warren sebagai proktat kami. Membaca buku ini sungguh merupakan salah satu peristiwa terbesar yang sangat aku syukuri! Bab 2 nya sungguh menghiburku. Tidak, sepertinya  kata “menghibur” kurang tepat. Sulit menuliskan dengan kata-kata apa yang kurasakan waktu itu. Baiklah, disini kutuliskan sebagian dari isinya, biar kau saja yang menentukan apa nama perasaan itu. Judul bab itu “Anda Ada Bukan Karena Kebetulan”. Aku mau kutip paragraf pertama dan keenamnya.
Kelahiran Anda bukanlah suatu kesalahan atau kesialan, dan kehidupan Anda bukanlah yang tidak diharapkan dari alam. Orang tua Anda mungkin tidak merencanakan Anda, tetapi Allah merencanakannya. Dia tidak terkejut sama sekali dengan kelahiran Anda. Sesungguhnya, Dia mengharapkannya. 
Yang paling mengagumkan, Allah menentukan bagaimana Anda akan dilahirkan. Tanpa memandang kondisi kelahiran Anda atau siapa orang-tua Anda, Allah memiliki rencana ketika menciptakan Anda. Tidak peduli apakah orang-tua Anda baik, buruk, atau acuh tak acuh. Allah mengetahui bahwa mereka berdua benar-benar memiliki sifat-sifat genetik yang tepat untuk menciptakan “Anda” yang sudah ada dalam pikiran-pikiranNya. Mereka memiliki DNA yang Allah inginkan untuk menjadikan Anda.
Satu puisi di bagian terakhirnya, puisi yang ditulis oleh Russel Kelfer. Puisi yang.. ah sudahlah baca sendiri saja.

Anda adalah Anda karena suatu alasan.
Anda adalah bagian dari suatu rencana yang kompleks.
Anda adalah suatu rancangan unik yang berharga dan sempurna.
Disebut lelaki atau perempuan khusus milik Allah

Anda bertampang seperti Anda bukan karena suatu alasan.
Allah kita tidak membuat kesalahan.
Dia merajut Anda menjadi satu di dalam kandungan,
Anda benar-benar apa yang ingin Dia ciptakan.

Orang tua yang Anda miliki adalah orang-tua yang Dia pilih
Dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda,
Mereka dirancang dengan pertimbangan rencana Allah
Dan mereka memikul meterai Tuhan.

Tidak, trauma yang Anda hadapi tidaklah mudah.
Dan Allah menangis karena trauma itu begitu menyakiti Anda;
Tetapi itu diizinkan untuk membentuk hati Anda
Supaya Anda bertumbuh menjadi serupa dengan-Nya.

Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda telah dibentuk dengan tongkat Tuhan.
Anda adalah Anda, kekasih
Karena ada Allah!

Bab 2 ini pun ditutup dengan ayat dari Yesaya 44:2 versi BIS

“Akulah TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau.”

Membacanya waktu itu membuatku menitikkan air mata lagi. Tapi kali itu bukan air mata ratapan self pity seperti yang dulu. Tapi air mata yang.. entahlah.. seperti kataku di atas tadi, sulit untuk menjelaskannya.


Kira-kira air mata yang sama pula lah yang kembali dititikkan pada hari ini, 18 Agustus 2013, dalam sesi Closing Ceremony di acara Kamp Nasional Mahasiswa (KNM) 2013 yang berakhir tadi sore.


18 Agustus 1990. Yap, tanggal ini adalah tanggal yang sungguh bersejarah bagi remaja malang yang disebutkan di atas tadi. Pada tanggal ini dia hadir ke dunia untuk pertama kalinya. Pada tanggal ini dia lahir sebagai bayi yang tidak mengerti apa-apa. Apalagi tentang kisah-kisah pahit yang terjadi pada sebelumnya dan sesudahnya..

Tapi,

Siapa bilang kelahirannya itu merupakan sebuah bencana atau kesialan? Siapa bilang dia hanya akan lahir sebagai anak yang penuh aib? Ha? Siapa yang bilang?

Dalam sesi closing ceremony tadi, melalui khotbah bang Alex, (tidak hanya lewat khotbah bang Alex, tapi juga dimulai dari khotbah Pak Triawan dalam Open Ceremony hari selasa lalu tentang “Dipanggil untuk KemuliaanNya”, tapi memang khotbah Bang Alex yang tadi sangat menekankan) lagi-lagi aku diingatkan kembali, bahwa aku diciptakan untuk kemuliaan Allah!

Semua dijadikanNya karena Dia punya tujuan yang mulia. Tujuan yang agung. Sekalipun mungkin itu mesti melewati proses (perbuatan manusia) yang sangat melukai hatiNya. 

Ini membuatku teringat pada sebuah bacaan dalam buku Bagaimana Memahami Kehendak Tuhan tulisan Richard L. Strauss yang mengatakan begini:
Apakah anda pernah memainkan suatu permainan di mana seseorang harus membubuhkan tulisan ceker ayam dalam beberapa baris, kemudian teman bermainnya harus membuat gambar di sekelilingnya dengan menggunakan tulisan tadi yang tak berarti itu sebagai bagian dari gambarnya? Tuhan ahli dalam bidang ini! Ia adalah Penyesuai yang agung! Sebelum kita dilahirkan, Ia sudah mengetahui lebih dahulu kekacauan apa yang akan kita perbuat dengan hidup kita, dan membuat rencana yang tertentu di mana ketidakpatuhan kita akhirnya dapat menunjang suatu maksud yang berguna.
AWESOME!!

Aku terpana ketika mendapatkan kebenaran ini.

Lantas aku teringat pula pada sebuah lirik lagu “and all the best and worst of man can’t change The Master's plan!”

Ya, aku diciptakan dan dipanggil untuk kemuliaan Allah!

Kalau tahun lalu (pada saat hari ulangtahun juga, yang ke-22), aku diperlengkapi untuk memberitakan injilNya (kabar baik yang mengubahkan dan membebaskan manusia dari perbudakan oleh dosa) kepada orang lain,, tahun ini aku diperlengkapi juga untuk memenuhi panggilanNya dalam pembaharuan bangsa dan negeri ini, negeri dimana Tuhan tempatkan aku ini. And you know, kedua-duanya untuk memuliakan Allah!

Sulit dipercaya! Tuhan mau memakai aku yang penuh dengan kehinaan ini.


Maka, kenapa tidak, dengan keharuan yang tak terkatakan, aku menerima panggilanNya, bekerja di ladangNya, menyatakan kasihNya, memperjuangkan keadilan dan menegakkan kebenaran, serta membawa orang lain, bangsa ini, dan dunia ini untuk mengenal Dia dan memuliakan NamaNya sebagai satu-satuNya Allah yang hidup?

Ayat sidiku, Efesus 2:10, membantu menjawabnya.

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Ya, aku mau Tuhan. Aku mau. 
Allah yang menciptakanku dan menebus hidupku dari sengat maut adalah Allah yang sama yang akan menyertaiku menggenapi panggilanNya. Untuk kemuliaan-Nya. Amin.


***


Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!
(Mazmur 139: 13-17)


Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
(Roma 8:28)

Sunday, July 21, 2013

I am here because of Your grace

(Hari ini aku mendengar lagi lagu ini, di PHP (Persiapan Hati Peserta) Campnas 2013 tadi sore. Aku pikir menyanyikannya tadi sore itu adalah kesimpulan dari perenunganku selama semingguan ini.)



Hari ini, Minggu 21 Juli 2013, ada puluhan ribu adik-adik yang mengikuti ujian saringan masuk (USM) STAN di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah anak tetangga inangudaku di Cibubur, Agum, yang semingguan ini minta diajarin TPA secara intensif. Berhubung aku sangat suka hitung-hitungan, aku pun mengajarinya dengan senang hati walaupun sebenarnya kadang sudah agak capek pulang dari kantor. Di sela-sela ngajar TPA, dia sesekali bertanya “kalau yang Bahasa Inggrisnya gimana kak?” Aku tersenyum dan bilang (sekaligus jadi teringat), “duh Gum maaf, kalau bahasa inggris aku nyerah deh, gak terlalu bisa, dulu itu aku udah pasrah aja gak lulus USM ini karna bahasa inggrisnya”. Ya, aku jadi teringat dulu aku sangat cemas gak lulus di Bahasa Inggrisnya. Secara aku cuma menjawab pas-pasan lebih dikit untuk bisa melewati nilai matinya itu. Itupun kalau benar semua. Kalau ada yang salah (yang otomotis bakal menjadi pengurang nilai)? Gak tau dah. Pasrah sempurna... wkwk

Eh tapi siapa yang mengira, Tuhan ternyata membukakan bagiku gerbang STAN itu! Di saat aku sudah sangat pesimis.. Di saat aku sudah gak terlalu berharap lagi.. Sungguh, aku bisa masuk ke kampus tercinta itu murni hanya karena anugerah Tuhan saja. I don’t deserve.

Dan saat ini bisa masuk ke Kementerian Keuangan pun juga hanya karena kasih karunia Tuhan saja.
Dia yang membuat aku bisa survive di STAN selama 3 tahun berkuliah, menyelesaikan tugas-tugas akhir, dan diwisuda bareng angkatan 08 lainnya pada Oktober 2011.
Fyi, STAN masih ikatan dinas. Maka itu, setiap lulusan STAN pasti akan ditempatkan di Kemenkeu, atau ke BPK dan BPKP kalau ada permintaan dari lembaga-lembaga tsb.

Masuk Kemenkeu, aku ditempatkan di Sekretariat Jenderal (Setjen) , yang hanya berlokasi di Jakarta. Banyak orang mengira, bisa ditempatkan di pusat or Jakarta karena IPK-ku tinggi. Oke, saatnya mengadakan konfrensi pers (wkwk). Well, dengan sangat berbangga hati :p, aku katakan, bahwa IPK-ku hanya 3,17 sodara-sodaraa :D dan itu ada di bawah rata-rata (3,32)! #malu #tapitetepbangga :D

I’m here because of His Grace!

Aku sering terpana bila mengingat itu semua.. Suka nggak ngerti kenapa Tuhan mau memberikan itu semua pada diriku yang sungguh amat gak layak ini..

Maka, kenapa tidak aku sungguh amat sangat mensyukuri ini semua?
Dan, kenapa tidak, (dengan didorong oleh rasa syukur itu) aku pun bertekad untuk menjadi saksiNya, memberitakan kebaikanNya, dan memuliakan namaNya dimanapun Dia tempatkan aku saat ini?

Keluarga besar Purba Dasuha, Bagian Perencanaan Barang Milik Negara, Biro Perlengkapan, Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan, Jakarta, Indonesia, Bumi adalah tempatku saat ini. Aku bisa berada di sini semua hanya karena anugerah Tuhan saja. Ya, dimulai dari kelahiranku ke dunia ini (if you know the story). Dan saat ini aku pun bertekad untuk melakukan apa yang menjadi kehendakNya untuk aku kerjakan di tempat-tempat ini. Aku selalu percaya Tuhan memberikan dan masih memberikan kehidupan bagiku saat ini itu karena ada Tugas Sorgawi yang Dia ingin aku kerjakan di tempat-tempat dimana Dia letakkan aku saat ini. Dan aku pun rindu untuk tidak lagi membuang waktuku sia-sia begitu saja.

Dan bila nanti pun aku ditempatkan di tempat-tempat yang tidak aku sukai, aku mau terus belajar mengimani bahwa apapun dan bagaimanapun tempat itu nantinya, itu adalah tempat terbaik dari Tuhan, dan Dia letakkan aku kesitu bukan tanpa maksud. Seperti kata Bang Alex dalam khotbahnya tadi sore, yang sudah pernah aku dengar sebelumnya namun berasa diiingatkan kembali tadi, bahwa “Tidak ada yang kebetulan. Semua telah Tuhan atur sedemikian rupa, untuk menggenapi rencanaNya. Dan kita patut berbangga Tuhan mau melibatkan kita dalam karyaNya.”


Sayup-sayup terdengar kembali lagu yang dinyanyikan tadi sore..

I'am here because of Your grace
I'am here because of Your love
Lord Jesus, I'am so thankful
for Your grace abounds to me
Chorus:
Thank You Jesus, Jesus, Jesus
Thank You Jesus
It's only by Your grace, that I could live today

Forever I will praise Your name...


KehendakNya, itu yang ingin aku tangkap terus, dan meminta anugerah kekuatan dariNya untuk bisa menaatinya.

Cause i’m here because of His Grace!